Postingan

~Surat Kepada Jokowi~

Bapak Jokowi yang terhormat, Perkenankan saya mengingatkan eksistensi sekelompak rakyat, mungkin jika bapak lupa, mereka adalah kumpulan tenaga Non PNS dari seluruh jabatan, dan instansi pemerintah di seluruh Indonesia. Mereka berasal dari berbagai profesi yang melayani rakyat tanpa pamrih, kendati keringat mereka jauh lebih banyak tertumpah ketimbang income yang diterima. Tentu bukan itu persoalannya, Bapak. Karena sungguh tak elok jika perhitungan dengan negara. Saya, hanya mempertanyakan tentang keadilan, kesetaraan, dan tentunya apresiasi dari negara atas keringat mereka.
Bapak presiden, Izinkan saya sedikit bercerita tentang  mereka, sedikit saja. Mungkin bagi Bapak ini terlalu kecil dibandingkan kesibukan Bapak dalam mengurus negeri yang ruwet ini. Tapi tak apalah saya ulas sedikit. Di antara mereka ada yang mengabdi dan mati dalam pengabdian kepada negara. Ia tidak mewariskan apa kepada anak dan istri yang ia tinggalkan.  Ia [hanya] mewariskan manfaat pada masyarakat. Ada lagi ya…

411: CATATAN ATAS GERAKAN ISLAM INDONESIA

Gambar
Mhd. Sholihin
"Islam lebih dari sekadar sistem nilai, ataupun sistem perilaku, atau slogan ‘rahmatan lil-alamin’. Sungguh Islam adalah inspirasi pembebasan. Ia diturunkan kepada masyarakat yang bebal, dan suka pada eksploitasi, dengan tujuan agar mereka menjadi masyarakat yang humanis, dan manusiawi.”
TESIS bahwa Islam adalah ruh perlawanan, bukanlah ‘pepesan kosong’, atau sekadar ‘bualan’ dari kelompok yang frustasi tatkala dihadapkan pada narasi-narasi kolonialisme dan kekuatan destruktif lainnya. Islam dan perlawanan adalah dua sisi mata uang. Ia tak dapat dipisahkan. Bukankah diutusnya Muhammad s.a.w adalah semacam pembebasan, atau liberasi manusia dari berhala atau idolisme yang tak saja merenggut nalar yang sehat, tapi mematikan budi serta akhlak manusia. Idola-idola (penyembahan materi, harta dan kekuasaan) sejatinya memperangkap manusia dalam penuhanan materi, sehingga akhirnya mengalienasi kemanusiaan manusia. Membuat jarak antara manusia dan Tuhan, Sang Khaliq. Dalam kont…

Lorong Hati

Gambar
Tak pernah 'ku inginkan bahwa hati kembali bertawajah pada ingatan masa lalu
Namun ia kembali memutar arah, menemukan rona ingatan dan sebuah wajah
Ia jemput resah dan tawa yang tersisa
Demi sebuah kisah,

Tak ada sapa apalagi kata
Hening
Bening
Hampa
Ingatan yang terbelenggu
Ingatan yang bangkit dari layu
Ingatan yang menari dari permukaan gambar, tak berkanvas.
Ada warna
Ada harap
dan ada cemas,
Ingatan yang kembali ke lorong waktu,
dan pulang ke luruh hati.

Dusun Curup, 2/1/2015. Pukul 3.01

Materi Qira'ah Kutub [Semester V. Prodi Perbankan Syariah-STAIN Curup]

2014: Will the Islamic Parties Fall Out?

Gambar
M.Sholihin*
Islam is not politics, but Islam provides values and spirits to political activites. When Islam is interpreted  as a political values, Islam will be a ceremonial activities. It will reduce the meaning of Islam. Essentially it is a part of political piety on muslim’s view. In this context PKS (Partai Keadilan Sejahtera), one of islamic parties in Indonesia, has declared that they are a representation of muslim party in Indonesia. It makes the PKS confident with using islamic symbols—moral, piousness, and religious—in political campaign.
In fact, an unique trend indicated that political choice does not have a strong correlation to religious piety. It was proved by several studies on islamic politics and general elections in Indonesia--for example, general election in 2004 and 2009,  in West Sumatera, shows the decreasing of islamic parties electability. The reason is that based on society’s mind the consideration of political choice is not only religious values, but also pragm…

Islamic Economics: an Overview

Muh. Sholihin| Independent Researcher on Islamic Economics

Islam isnot economics, and economics isnot Islam. --Muh. Sholihin--
Indeed, Islamic economics isnot new economics. Because of positivism-economics, Islam economics never had admited as a economic system. It is very different with positivism-economics. For instance, Islamic economics is as a moral economics, Islam economics has gradual epistemology, and Islamic economics is a hard critic for the other economic system. It will elaborate in the paper. As a moral economics, Islamic economics corrolates with questions—how, what, and why.  It means that islamic economics is tend to vertical relationship—among God and humankind--and also horizontal association—among humankind. Simply, the main goal of islamic economics carry out falah concept—in world or next life. There is an equipoise. It isnot only to took contentment, but consider the big goal in the next life—akhirath. If the epistemology of economics base on empiricism, and rational…

Socialism; An Overview

Gambar
Muh. Sholihin
(Novelist| An Independent Researchers of Islamic Economics)